Addio Nesta!

Hari ini berjalan seperti biasa, bangun telat dan gak kuliah. Rutinitas baru di semester 5 ini. Sampai kampus masih dengan kesibukan yang sama dan pasti diselingi dengan browsing internet. Celakanya, begitu buka internet, gue langsung inget kalo hari ini Nesta bakal bikin konferensi pers tentang masa depan karirnya. Oh, apakah gue harus kehilangan pemain favorit lagi setelah musim kemarin juga kehilangan pemain favorit juga (baca: Pirlo)?

Oke, setelah buka situs sana-sini akhirnya ketemu kalo konferensi persnya bakal diadakan jam 7 malem waktu Depok. Gue mulai nunggu dari jam setengah 6 dan selama nunggu itu banyak banget spoiler yang kurang ajar banget alias bikin sedih. Banyak akun twitter yang sudah memastikan kalau Nesta bakal pindah, padahal konferensi pers pun masih lama. Oke, gue masih nggak percaya. Tapi, begitu buka situsnya Milan, gue agak heran, kenapa ada artikel yang menceritakan perjalanan karir Nesta selama di Milan? Aneh.

Masih banyak spoiler yang aneh-aneh, tapi ntar aja ceritanya. Biar seru.

Akhirnya jam 7 datang juga. Karena internet di kampus sangat amat busuk, alhasil gue cuma memantaunya lewat twitter, gak bisa streaming sob. Dan, setelah lama menanti akhirnya keluarlah keputusan dari Nesta. Ya! Dia memilih untuk pindah dari Milan! Sedih? Iya.

Video diatas adalah rekaman konferensi pers Nesta yang menyatakan mundur dari Milan dan Seri A. Silakan dimengerti dan dipahami dengan bahasa masing-masing karena dalam video itu percakapannya menggunakan bahasa Italia dan tidak ada subtitlenya.

***

Sedikit cerita tentang Nesta. Dia salah satu pemain favorit gue di Milan,  meskipun dia sendiri seorang Laziale (supporter Lazio). Gue mulai suka Milan hampir sama dengan masuknya Nesta ke Milan dari Lazio pada tahun 2002. Nah, dulu itu Milan punya duo bek yang paling jago dan keduanya jadi favorit gue, Maldini-Nesta. Kalo aja Messi udah jago di tahun-tahun itu, mungkin duet bek ini yang nggak bisa dia lewatin.

Selama 10 tahun di Milan, Nesta sudah memberi beberapa gelar yang cukup menggembirakan untuk klub, 2 titel seri A dan 2 titel Liga Champions. Tentu saja masih ada beberapa piala yang ia raih bersama Milan. Selama beberapa pertandingan terakhir, ia pernah mendapatkan kepercayaan untuk menjadi kapten. Namun, sering juga ia menolaknya. Alasannya tidak mau menjadi kapten adalah untuk menghormati Laziale. Itulah sedikit catatan pendek tentang karir Nesta yang cukup panjang selama 10 tahun di Milan. Tentu saja, masih banyak hal yang bisa diceritakan.

***

Era baru Milan akan segera dimulai. Perlahan tapi pasti, satu persatu punggawa Milan di era keemasan pada medio 2000-an awal sudah mulai meninggalkan Milanello. Dimulai dengan pensiunnya Maldini beberapa tahun lalu, kemudian disusul oleh beberapa pemain lainnya. Dan, hingga detik ini, yang terakhir adalah Nesta. Ya, generasi lama tentu akan digantikan oleh mereka yang baru. Sampai kapanpun, gue berharap dan percaya bahwa Milan akan melahirkan generasi emas. Pasti.

Grazie Alessandro Nesta!

Depok, 10 Mei 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s