Kontemplasi I

Catatan ini adalah sebuah cerita tentang perjalanan seorang yang suka menghabiskan waktunya sendirian. Terkadang hal ini disebut dengan eskapisme. Aku suka sekali dengan eskapisme. Melarikan diri dari kenyataan dengan mencari hiburan yang menggunakan daya imajinasi dan situasi rekaan. Aku yakin kalian semua pernah merasakan ini, kalian pernah melarikan diri dari apa yang seharusnya dihadapi.

Mungkin dari semua cara yang pernah kalian lakukan, kalian memilih cara yang paling kompleks hingga yang cukup sederhana. Aku pernah mendengar cerita dari seorang kawan tentang eskapismenya. Dalam keadaan yang tidak menyenangkan, ia memilih berlari menuju pulau-pulau kecil yang ada di utara Jakarta. sambil bercerita panjang lebar ia mengatakan “seakan-akan alam menjawab dan menyelesaikan semua masalah.”.

. . . mencari hiburan yang menggunakan daya imajinasi dan situasi rekaan.

Contoh di atas bermodal lumayan. Tak perlu diikuti kalau nantinya justru akan menimbulkan masalah baru dan pelarian baru. Intinya adalah, ketika aku melakukannya, hanya imajinasi dan situasi rekaan yang menjadi modal utamanya. Tidak perlu bermodal materi yang melimpah kalau aku sudah cukup mampu berimajinasi.

Dan tempat eskapisme paling menarik buatku adalah toko buku. Cukup sederhana dan entah mengapa…

Advertisements

3 thoughts on “Kontemplasi I

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s