Merdeka!

Hari ini merupakan hari bersejarah bagi negeri ini, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Ya, setiap orang merayakannya dengan suka cita, terlebih perayaan kemerdekaan kali ini dibarengi dengan fenomena mudik, yang juga pasti diliputi dengan rasa senang.

Perayaan hari kemerdekaan ini pun tidak luput untuk dirayakan di media sosial oleh mereka-mereka, yang saat ini lebih suka berinteraksi di dunia maya ketimbang dalam realita. Lalu, dari perayaan ini, muncul berbagai macam tweet atau status yang sekedar mengucapkan “Dirgahayu Republik Indonesia”. Namun, muncul juga tanggapan yang bersifat sarkasme atau dalam konteks ini lebih tepat jika menggunakan diksi nyinyir.

Banyak orang yang merespon dengan kata-kata nyinyir seperti “Sok nasionalis lo! Jadi nasionalis cuma pas Agustus-an doang!”. Agak aneh juga membaca pendapat seperti ini. Dalam benak saya, justru kita harus mengapresiasi orang-orang yang menunjukkan nasionalismenya saat hari kemerdekaan. Hal ini sama dengan orang yang baru belajar ketika menghadapi ujian, apakah kalian yang nyinyir akan berkata “sok akademis!” kepada mereka yang belajar pada saat akan ujian? Saya rasa tidak.

Poin lainnya adalah saya juga menjadi senang karena “mereka-mereka yang biasanya nge-tweet dengan Bahasa Inggris dan jarang sekali menyinggung isu-isu yang konteksnya lokal dan lebih senang dengan isu-isu populis” masih ingat dengan Hari Kemerdekaan Indonesia. Masih banyak hal yang perlu kita nyinyirin selain mereka. Karena sebenarnya kita tak jauh beda dengan mereka.

Coba kita lihat sebentar di sekeliling kita, banyak ironi yang sebenarnya terjadi. Banyak sekali mereka yang masih membutuhkan perhatian kita di perbatasan sedangkan kita berpesta di pusat perbelanjaan dalam rangka merayakan kemerdekaan. Banyak sekali kakek tua berpeci kuning yang tak digubris sementara kita hanya mengagung-agungkan sejarah ketika hari kemerdekaan tanpa mengulurkan tangan kita kepada mereka. Titik tekan untuk menjadi nyinyir seharusnya pada titik-titik tersebut. Sasaran yang seharusnya adalah ditujukan kepada sistem yang membelenggu mereka.

Semoga kita menjadi nasionalis bukan hanya sebagai modus saja.

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Merdeka!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s