Kembali ke Fitri?

Setahu saya, bulan ini adalah momentum bagi umat muslim untuk kembali ke fitrahnya. Bulan ini mempunyai makna yang memiliki bentuk kembalinya manusia terlahir di dunia ini menjadi bersih dari dosa. Namun, apakah manusia merayakannya sudah membuat mereka benar-benar suci?

Setiap tahun saya merayakan Idul Fitri bersama keluarga besar. Setiap tahun pula saya melihat mereka bersimpuh pada yang lebih tua dan saling memaafkan. Dan setiap tahun pula saya mendengar pergunjingan yang tak berujung. Apakah kita telah ikhlas meminta maaf dan memaafkan?

Saya yakin, justru amat yakin, situasi seperti ini tidak hanya saya yang melihatnya, tetapi, kalian pasti juga melihatnya. Tentunya dengan objek dan peran yang berbeda-beda dari masing-masing diri kita. Atau bisa jadi bahwa kita-kita ini yang menjadi subjeknya. Siapa yang tahu?

Saya hanya mencoba mengingat kita semua, dan termasuk diri saya, bahwa dalam momentum Bulan Syawal ini, hendaknya kita sudah siap dengan hati yang ikhlas dan lapang, untuk meminta maupun memberi maaf. Tak perlu kita menunggu orang lain menghampiri untuk meminta maaf, kita, sebagai manusia, memang sudah sepantasnya memberi maaf. Bahkan Tuhan juga pemaaf kan?

Tak perlu kalian menanggapi berlebih, karena ,sesungguhnya hal ini adalah urasan masing-masing dari kita dengan Tuhan. Semoga kita semua memang telah terlahir kembali, Amin.

Yogyakarta, 23 Agustus 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s