Renjana

Rembulan sudah mulai temaram

Tapi ia tetap mengintai perlahan

Menanti kau untuk segera beradu

Agar malam semakin syahdu

 

Cahaya benderangnya pertanda tak ingin maksum

Menjaga hingga surya hendak menyembul di batas mata

 

Dia menunggu di ujung mimpi

Sembari mencipta teh hangat penyambut pagi

 

Semua laksana gunung

Tak ada yang bisa membuatnya terungkit

Hanya yang semenjak tadi bermain dalam fantasi yang bisa

Seperti renin yang dipertemukan kasein

Terurai perlahan. Pelan

 

Dimensi mana kau berada?

Semoga semesta berkehendak sama

Yogyakarta, 29 Agustus 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s