Khawatir

Saya khawatir, jika nanti saya tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan kampus. Kebiasaan selama kurang lebih 4,5 tahun akan terbawa ke dunia baru saya.
Saya khawatir. Saya tidak bisa menyesuaikan dengan pemikiran “orang dewasa”. Karena saya masih merasa harus selalu diberi. Saya masih belum bisa memposisikan diri saya untuk memberi.
Saya khawatir. Saya takut tidak bisa lagi bercanda, tertawa, dan berbuat gila. Saya masih belum bisa serius.
Saya khawatir. Saya tidak bisa menulis lagi dengan bebas. Saya tidak bisa berbicara sesuka hati.
Saya khawatir, jika kekhawatiran ini adalah palsu.

Advertisements

6 thoughts on “Khawatir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s