Bakau Jakarta

Berawal dari obrolan di kantin kampus, saya dan teman-teman berangkat ke Taman Wisata Alam Jakarta. Emang ada? Ada coy, tempatnya di PIK, isinya kebanyakan pohon bakau dan…. sampah. Menyedihkan ya?

Kita berlima (saya, Ovan, Drajat, Kaspo dan Reza) berangkat jam sembilan, rencananya, tapi akhirnya kita berangkat jam sebelas. Sampe di sana pas banget matahari lagi terik-teriknya. Sebenarnya, kalau masuk ke dalam teriknya udah nggak terasa, tapi karena kita belum tau akhirnya saya memilih pake jaket tapi akhirnya bikin kepanasan.

Seperti yang sudah saya katakan di awal bahwa sampah di tempat ini lebih banyak daripada banyaknya orang yang berkunjung. Padahal, kalo nggak ada sampah saya yakin tempat ini bakal lebih menyejukkan. Tapi ya gimana lagi, kayaknya kebiasaan membuang sampah menjadi masalah terbesar orang Indonesia, dan mungkin juga bagi saya.

Perjalanan masuk hutan bakau di mulai
Perjalanan masuk hutan bakau di mulai
Semakin dekat dengan hutan bakau
Semakin dekat dengan hutan bakau

Jadi, sebelum masuk ke lokasi hutan bakau kita akan melewati sebuah jembatan besar. Saran dari saya jangan lupa baca peta daripada nanti jadi bingung. Oya, selain itu, di sini dilarang memotret menggunakan kamera DSLR, jadi kita hanya mengandalkan kamera handphone.

Setelah muter-muter di dalam, ada beberapa tempat yang bagus. Favorit saya adalah menara pandang. Fungsinya sih untuk melihat aktivitas burung yang habitatnya di hutan bakau. Selain itu, kita juga bisa melihat aktivitas Jakarta yang berada di dekat hutan bakau. Contohnya, aktivitas pembangunan kawasan PIK dan pabrik yang ada di sekitarnya, ditandai dari asapnya yang mengepul.

keren kan? Ini masalah framing aja kok...
keren kan? Ini masalah framing aja kok…

keluar hutan bakau, kita menuju pantai. Seperti apa bentuk pantainya? Silahkan membacanya di sini. Selanjutnya kita bersantai di taman dan beberapa penginapan yang ada di sini. Sebenernya bukan di dalam penginapannya sih, tapi di teras-teras penginapan yang ada. Sebagian besar bentuk penginapannya seperti tenda, jadi mungkin serasa lagi berkemah kalau nginep di sini.

Pokoknya, kita harus bisa menjaga tempat ini karena menurut saya ini satu-satunya tempat yang bisa menjaga Jakarta. Menjaga Jakarta dari banjir rob, menjaga Jakarta untuk tetap hijau, dan menjaga Jakarta supaya tetap memiliki tempat rekreasi alam. Intinya, kalau ke sini buanglah sampah pada tempatnya, karena tong sampah di tempat ini bersih semua.

Salam selfie dari bujang selfie!
Salam selfie dari bujang selfie!
Advertisements

7 thoughts on “Bakau Jakarta

  1. info tambahan : nantinya disitu setiap Sabtu dan Minggu mau ada kegiatan pelatihan (rekreasional) airsoft gun dibawah bimbingan dan pengawasan TNI AD, sedang disiapkan perlengkapan medan nya….bakalan seru lho…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s