Senja

Malam tampil layaknya malam
Tapi senja tidak begitu
Ia berubah-ubah

Senja yang dulu tidak nampak
Aku selalu kesulitan
Kesulitan mencari siluet indah tubuhmu
Bayang yang muncul ketika diterpanya

Senja pergi entah kemana
Tak tahu aku harus mencari
Dahulu, ia ada saat harap tiada
Sekarang, aku ada kala ia sirna

Senja sudah lupa
Tak tahu kodratnya
Ia lupa akan hangat
Hangat yang lebih terasa dari pagi

Senja menghilang
Kini telah berganti malam

Depok, 27 Oktober 2012

Renjana

Rembulan sudah mulai temaram

Tapi ia tetap mengintai perlahan

Menanti kau untuk segera beradu

Agar malam semakin syahdu

 

Cahaya benderangnya pertanda tak ingin maksum

Menjaga hingga surya hendak menyembul di batas mata

 

Dia menunggu di ujung mimpi

Sembari mencipta teh hangat penyambut pagi

 

Semua laksana gunung

Tak ada yang bisa membuatnya terungkit

Hanya yang semenjak tadi bermain dalam fantasi yang bisa

Seperti renin yang dipertemukan kasein

Terurai perlahan. Pelan

 

Dimensi mana kau berada?

Semoga semesta berkehendak sama

Yogyakarta, 29 Agustus 2012